Perubahan Kurikulum di Indonesia

Oleh: Itsar Bolo Rangka

Coverkurikulum copy - CopyKurikulum sebagai pedoman penyelenggaraan program pendidikan pada semua lembaga dan tingkat pendidikan, isinya selalu mengalami perubahan seiring perkembangan zaman. Kepala sekolah/madrasah, guru, pengawas, dan seluruh tenaga pendidik menjadi pelaku pembaharu. Hal itu menandakan bahwa tenaga pendidik memiliki peran besar dalam menentukan keberhasilan perubahan kurikulum. Terkait dengan peran itu, pemerintah selalu menaruh harapan besar kepada semua tenaga pendidik dan kependidikan untuk menjadi pengembang kurikulum. Tugas itu terkadang menjadi kabur karena tenaga pendidik belum mengetahui secara komprehensif apa yang menjadi isi dan arah kurikulum baru itu.
Secara faktual, kurikulum yang berlaku di Indonesia sejak merdeka sampai saat ini telah mengalami beberapa perubahan. Konsep perubahan itu selalu dilatari oleh situasi dan kondisi negara yang berubah. Indonesia sejak merdeka masih memperbaiki sistem pemerintahannya sebagai negara yang berdaulat, berkembang, dan ingin maju setara dengan negara-negara maju lainnya di dunia. Proses untuk mencapai cita-cita yang luhur itu dibutuhkan kesadaran tenaga pendidik dan kependidikan untuk selalu berpikir inovatif. Pendidik diharapkan terbuka menerima dan melaksanakan perubahan sesuai arah dan tujuan pendidikan nasional.

Continue reading “Perubahan Kurikulum di Indonesia”

Memahami Bullying

Oleh : Afriyadi Sofyan

bullyKurang lebih selama akhir dekade abad ke-20 muncul sebuah trend baru yang memperlihatkan adanya perhatian yang luar biasa besar terhadap persoalan bullying. Hal ini mendorong fokus ratusan sarjana dan bermacam-macam penulis dan peneliti, konselor, sejarawan, psikolog, pemerhati pendidikan dan sosiolog dari berbagai belahan dunia untuk mengkaji bullying dari berbagai sudut pandang. Beberapa aspek masalah yang telah ditemui dari sekian banyak penelitian terhadap bullying antara lain (1) keterkaitan bullying terhadap kehidupan orangtua dan keluarga; (2) sifat-sifat kepribadian orang yang melakukan bullying dan korban bullying; (3) konsekuensi kesehatan dari korban bullying; (4) dampak bullying terhadap etos kerja individu dalam suatu lembaga, seperti sekolah, tempat kerja dan penjara; (5) hubungan antara bullying dengan tindak kejahatan dalam masyarakat (6) faktor-faktor budaya yang mendorong bullying; (6) peran kebijakan yang mengandung dan/atau berpotensi menghadirkan bullying; dan (7) pendekatan konseling untuk membantu korban bullying. Continue reading “Memahami Bullying”

Membangun Pendidikan di Perbatasan

Oleh Mujahir

Widyaiswara pada Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), Provinsi Kalimantan Barat

Siswa di SMP Terbuka di perkebunan sawit Bombalai, Sabah MalaysiaPenggunaan Bahasa Melayu merupakan perekat suku serumpun, sehingga komunikasi tutur tidak mengalami hambatan. Perlu dipahami, Kalimantan Barat memiliki lima kabupaten yang berbatasan langsung dengan Malaysia, yaitu Kabupaten Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang, dan Kapuas Hulu. Lintas batas yang resmi digunakan untuk berkunjung ke Malaysia dan sebaliknya adalah melalui Aruk (Sambas), Jagoi Babang (Bengkayang), Entikong (Sanggau), dan Badau Kabupaten Kapuas Hulu. Berbicara mengenai pendidikan, di kawasan perbatasan tersebut memerlukan lebih banyak perhatian dan sentuhan. Letak geografisnya sangat jauh dari ibu kota provinsi dan kabupaten, menjadi alasan mengapa pendidikan di sana kurang perhatian dan sentuhan. Alasan lain adalah belum ada akses jalan darat yang memadai, saluran komunikasi melalui telepon seluler maupun kabel tidak tersedia, dan belum terjangkau aliran listrik. Kondisi geografis di daerah perbatasan menyulitkan banyak anak mendapatkan akses pendidikan. Continue reading “Membangun Pendidikan di Perbatasan”

Pengertian Karir (Suatu Tinjauan Teoritik)

Oleh : Mirza Irawan

Tangga karirBekerja memberi makna lain dari sisi kehidupan individu. Tiap individu mempunyai perbedaan dalam memaknai bekerja. Dengan bekerja, secara psikologis dapat meningkatkan statusnya baik sebagai individu, sebagai anggota keluarga, atau yang lebih kompleks sebagai  anggota masyarakat. Bekerja yang bagaimana? apakah bekerja sama dengan istilah job, occupation, empoyment dan career dalam Bahasa Inggris?

Istilah karier tidak terlepas dari kata pekerjaan. Namun setiap kata tersebut  tidak mancakup aspek-aspek yang sama dari makna yang terkandung dalam suatu pekerjaan. Kata employment dan  job (Winkel,2005:623) lebih menekankan aspek bahwa seseorang sibuk mengerjakan sesuatu dan mendapat imbalan ekonomis atas usaha dan waktu yang dicurahkannya tanpa memperhatikan apakah orang itu sungguh-sungguh merasa terlibat didalam pekerjaannya yang memandangnya sebagai sumber kepuasan pribadi yang bersifat non-ekonomis. Continue reading “Pengertian Karir (Suatu Tinjauan Teoritik)”